Menangkal gerakan radikalisme agama yang kian berkembang saat ini merupakan tanggung jawab bersama. Ungkapan tersebut mengemuka dalam dialog publik Nation & Character Building di Gedung MWC NU Kecamatan Dawe, Kudus, Sabtu (27/4).
Dialog yang digelar GP Ansor dan Fatayat NU Kudus tersebut bertema “Peran Pemuda Islam moderat dalam mengikis Radikalisasi Agama“. Didaulat sebagai narasumber Freddy H. Tulung (Dirjen IKP Kementerian Kominfo), KH. Yahya Tsaquf (Katib PBNU), dan H. Nusron Wahid (Ketua Umum PP GP Ansor).
Ketua PC GP Ansor Suwindi, dalam sambutannya mengatakan, radikalisasi agama yang semakin berkembang menjadi tanggung jawab bersama komponen bangsa untuk menangkalnya, "Melalui dialog ini, kader Ansor dan Nahdliyin diharap memiliki pemahaman tentang gerakan radikalisme yang merugikan Islam dan NKRI," katanya.
Nusron Wahid menyampaian fakta-fakta adanya radikalisme yang berkembang di negara ini. Dia menekankan, GP Ansor ataupun NU lemah, maka disitu radikalisme menguat. Sedangkan Katib PBNU KH. Yahya C Tsaquf memberikan pemahaman akan pentingnya penangkalan terhadap radikalisme agama.
Sementara itu, Freddy H Tulung membidik radikelisme dengan memaparkan revolusi teknologi informasi. Menurutnya, media teknologi informasi memiliki pengaruh yang bisa melahirkan sikap radikalisme, hedonisme, kekerasan dan pornografi .
Freddy mengingatkan generasi muda perlu mendapatkan pengetahuan bahwa mesin teknologi informasi adalah alat yang baik bila digunakan dengan baik dan benar, “Tapi jika salah dalam penggunaaan, akan dapat membunuh keberlangsungan aktivitas masyarakat,” terangnya.
Untuk menangkal pengaruh negatif, kata Fredi, remaja harus memiliki ketermpilan dalam menyeleksi informasi. Begitu pula, peranan keluarga, peranan para ulama dan guru sangat penting dalam membina anak-anak supaya menjadi generasi yang baik.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Dirjen IKP Kementrian Kominfo Freddy H Tulung memaparkan revolusi teknologi informasi. Menurutnya, media tehnologi informasi memiliki pengaruh yang bisa melahirkan sikap radikalisme, hedonisme, kekerasan dan pornografi .
Freddy mengingatkan generasi muda perlu mendapatkan pengetahuan bahwa mesin teknologi informasi adalah alat yang baik bila digunakan dengan baik dan benar.
“Tapi jika salah dalam penggunaaan akan dapat membunuh keberlangsungan aktivitas masyarakat,” terangnya.
Untuk menangkal pengaruh negatif, kata Fredi, remaja harus memiliki ketermpilan dalam menyeleksii informasi. Begitu pula, peranan keluarga, peranan ara ulama dan guru sangat penting dalam membina anak-anak supaya menjadi generasi yang baik.
Dialog ini terselenggara atas kerja sama Ditjen IKP Kementrian Kominfo, GP Ansor dan Fatayat NU. Hadir pada kesempatan itu ratusan kader NU dari jajaran Ansor, Fatayat NU, badan otonom NU, dan pelajar se-kabupaten Kudus.
(Sumber: NU Online)
Tidak ada komentar: