Suara-Muslim.Com - Media yang menjadi sekutu Zionis ini selalu menyebarkan KEBOHONGAN tentang situasi di Syria dengan tujuan untuk menghancurkan persatuan nasional dan menodai citra pemerintah Syria dan tentaranya. Salah satu kebohongannya adalah berita tentang Brigadir Jenderal “Jawdat Muhammad” dari desa “Fattah Nassar” di kota “Safita”. Al Jazeera memberitakan dan mengklaim bahwa ia tewas setelah ditembak oleh tentara Syria dan Shabbiha.
Tim Shukumaku mengunjungi rumah Brigadir Jenderal “Jawdat Muhammad” dan berbicara dengan putra sulungnya “Waleed” yang menyatakan bahwa ayahnya meninggal karena gagal ginjal di rumah sakit “Al-Shami” 20 December 2011. Dia menunjukkan sertifikat kematian dan laporan pemeriksaan medis untuk menguatkan pernyataanya.
Oleh karenanya, pihak keluarga terkejut saat mereka menyaksikan pemakaman jenderal – di pintu masuk Safita – disiarkan oleh Al Jazeera dengan judul: Brigadir Jenderal “Jawdat Muhammad” membelot dari tentara Syria dan dibunuh oleh keamanan Syria dan Shabbiha .
Waleed menunjukkan kepada kita ID ayahnya yang menjamin bahwa Jenderal itu sudah pensiun (ID tersebut hanya diberikan kepada personil militer yang sudah pensiun, dan Anda dapat membaca kata “Retired” di atasnya).
Selain itu, Al Jazeera juga menyiarkan berita BOHONG tentang pembunuhan mahasiswa “Obadah Safwan Shaar” di fakultas sains di universitas Aleppo . Tim Shukumaku bertemu dengan mahasiswa “Shaar” – yang tentu saja masih hidup – dan dia mengatakan bahwa kemarin sore ia menghabiskan waktu di ruang baca kemudian dia pergi keluar dengan banyak rekan-rekannya untuk makan siang, mereka melihat sekelompok “mahasiswa” di alun-alun fakultas. Mereka pergi ke tempat di mana mahasiswa berkumpul dan tinggal di sana selama beberapa waktu. Tiba-tiba sekelompok orang bertopeng dengan tongkat besi menyerangnya dan memukulnya sampai ia pingsan. Rekan-rekannya membawanya keluar … Setelah itu ia terkejut mendengar berita kematiannya di Al Jazeera dan media lain yang mengklaim bahwa ia dibunuh oleh tentara Syria di dalam kompleks universitas. Dia marah dan mengatakan berita ini konyol.
Silahkan membaca juga artikel tentang Kebohongan Al Jazeera yang ditulis oleh Pempimpin Redaksi harian Al-Akhbar, Ibrahim Al-Amin. Artikel ini adalah edisi terjemahan dari edisi berbahasa Arab. http://www.globalresearch.ca/media-lies-and-fabrications-fully-revealed-Al Jazeera-s-identity-crisis/29763
Rusia Today pada 12 Maret 2012 lalu, mengabarkan bahwa biro Al Jazeera di Beirut mengundurkan diri. Mereka yang mengundurkan diri adalah Managing Director, Hassan Shaaban. Ini merupakan rentetan dari pengunduran diri Staff penting Al Jazeera lainnya seperti Ali Hashem, Ghassan ben Jeddo, dan Afshin Rattansi. Alasan pengundurannya adalah penolakan Al Jazeera Pusat menayangkan video gempuran pemberontak Syria . Selain itu menolak menayangkan berita pembantaian yang dilakukan pemerintah Bahrain terhadap rakyatnya sendiri, dan penolakan Emir Qatar atas hasil Referendum Syria . (http://www.youtube.com/watch?v=I4YCZE0rr4Y)
Luna Al-Chebel presenter berita terkenal asal Syria juga mengundurkan diri dari Al Jazeera, ia memprotes pemberitaan di chanel tersebut yang dinilainya BIAS dan tidak profesional tentang krisis Syria. Setelah berhenti ia mengadakan beberapa wawancara untuk mengungkap KEBOHONGAN-KEBOHONGAN Al Jazeera, yang akhirnya membuat dirinya menjadi target Al Jazeera dan maniak oposisi Syria .
Alhasil kondisi ini mulai dirasa sejak April 2011, ketika Emir Qatar mengambil penuh kendali profesional Al Jazeera. Perubahan arah Al Jazeera ini berkat keberhailan LOBI mantanmenteri luar negeri Amerika Hillary Clinton. Amerika menghendaki agar Al Jazeera sama seperti CORONG propaganda perang Barat semacam CNN, BBC, MSNBC, CNBC dan Fox News. Usulan Washington itu diamini oleh Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani. Dan sejak itu Emir menyerukan propaganda perang media sesuai dikte Amerika. Hal ini sangat disayangkan kalau jaringan TV Al Jazeera yang menjangkau 60 juta pemirsa di seluruh duniaakhirnya hancur reputasinya gara-gara memuaskan ambisi pribadi Emir Qatar dalammenyebarluaskan fitnah dan KEBOHONGAN.
Berikut ini adalah Video kompilasi KEBOHONGAN-KEBOHONGAN Al Jazeera di Syria http://www.youtube.com/watch?v=fLcgboFT0vE
Sebuah keluarga pernah diberitakan Al Jazeera dibantai oleh tentara pemerintah Syria. Namun setelah diwawancarai oleh media lain, mereka sekeluarga membantah dan marah diberitakan telah mati. Al Jazeera dicaci karena mereka semua masih hidup bahkan mereka diperlakkukan sangat baik oleh tentara pemerintah dan dibantu dalam kesulitan mereka. Berikut link rekamannya: http://www.youtube.com/watch?v=vu7Ui9flUDE
Mehr News melaporkan, serial PEMBOHONGAN publik yang dilakukan stasiun TV Qatar, Al Jazeera terkait Syria terus berlanjut. Baru-baru ini Al Jazeera menayangkan sebuah gambar yang mereka sebut terkait dengan konflik Syria .
Khadijah bin Qinnah, seorang reporter TV Al Jazeera mengungkapkan KEBOHONGAN baru tentang Syria . Ia mengatakan gambar seorang anak penderita penyakit Hidrocephalus (kelebihan air di dalam otaknya) yang ditayangkan Al Jazeera adalah seorang anak Syria . Setelah dilakukan pembahasan dan penelaahan serius terkait hal ini, terbukti bahwa gambar anak yang diampilkan TV Al Jazeera itu adalah seorang anak Vietnam yang menderita penyakit Hydrocephalus dikarenakan bom kimia pasukan AS yang meledak di ladang-ladang warga selama perang Vietnam berkecamuk.
Untuk membuktikan KEBOHONGAN Al Jazeera, silahkan merujuk 4 link di bawah ini sebagai bukti bahwa gambar tersebut adalah gambar terkait perang Vietnam dan korban-korban kejahatan AS:

Tidak ada komentar: